Membaca kabar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjalin kerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia di London menghadirkan rasa bangga tersendiri. Sebuah perguruan tinggi Muhammadiyah yang tumbuh dari Tanah Deli kini mampu membangun jejaring hingga lintas benua.
MoU tersebut bukan sekadar seremoni atau dokumen kerja sama. Di dalamnya terdapat peluang untuk memperluas pertukaran ilmu, riset, publikasi, mobilitas mahasiswa dan dosen, hingga berbagai bentuk kolaborasi internasional.
Pertemuan di London itu juga memperlihatkan bagaimana Muhammadiyah membawa identitasnya sekaligus membuka ruang dialog dengan dunia. Semangat tersebut sejalan dengan gagasan Islam Berkemajuan yang mendorong keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kemajuan dan pergaulan global tanpa kehilangan akar serta jati diri.
Kehadiran Prof. Syafiq A. Mughni, Dr. Zailani yang mewakili Rektor UMSU, Duta Besar RI untuk Britania Raya Dr. Desra Percaya, serta Sekretaris Jenderal Muslim Council of Britain Dr. Wajid Akhter semakin memperlihatkan luasnya ruang kolaborasi yang dapat dibangun.
Dari UMSU untuk Dunia
UMSU terus bergerak membawa semangat unggul, cerdas, terpercaya dan melejit. Kerja sama dengan PCIM Britania Raya dan Irlandia menjadi salah satu langkah untuk memperluas kiprah tersebut.
Tentu, harapannya kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan. Semoga lahir berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, kader Muhammadiyah, dan masyarakat.
Dari perjumpaan dapat lahir gagasan. Dari gagasan tumbuh kerja sama. Dari kerja sama, semoga lahir manfaat yang lebih luas.
Menjelang Muktamar ke-49
Langkah internasional UMSU ini terasa semakin menarik karena Sumatera Utara tengah bersiap menjadi tuan rumah Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Ada pesan sederhana dari perjalanan tersebut: kita boleh berakar di Tanah Deli, tetapi cakrawala tidak boleh berhenti di Tanah Deli. Kita boleh tumbuh dari daerah, tetapi gagasan harus mampu menjangkau dunia.
Saya tidak berada di London dan hanya membaca kabar tersebut dari kejauhan. Namun, sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, ada kebahagiaan melihat UMSU membangun jembatan ilmu, persahabatan dan pengabdian hingga ke dunia internasional.
Semoga kerja sama UMSU dan PCIM Britania Raya dan Irlandia menjadi awal perjalanan yang lebih panjang.
Dari Tanah Deli ke London, dari London membawa gagasan, dan dari Sumatera Utara untuk Indonesia serta mencerahkan semesta.
Semangat tersebut terasa semakin relevan dengan tema Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Sumatera Utara: “Cerdas Bangsa Semesta Bercahaya.”






