Ketua Panitia Organizing Committee (OC) Muktamar 49, Agung Danarto, bersama jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus melakukan peninjauan lokasi sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan. Lokasi utama sidang Muktamar dipusatkan di kawasan Desa Saentis, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, dengan tiga bangunan inti, yaitu Auditorium Berkemajuan berkapasitas 7.500 orang, Sport Hall Walidah berkapasitas 2.500 orang, serta Masjid KH Ahmad Dahlan yang mampu menampung sekitar 1.500 hingga 2.500 jamaah.
Auditorium Berkemajuan yang bernilai sekitar Rp235 miliar tersebut hingga pertengahan 2026 telah mencapai progres pembangunan lebih dari separuh, sementara Sport Hall Walidah yang menjadi venue utama Muktamar ‘Aisyiyah ditargetkan rampung lebih dulu pada September 2026. Untuk pembukaan Muktamar ke-49 Muhammadiyah, panitia telah memastikan kegiatan akan dipusatkan di Stadion Teladan, Medan, yang saat ini juga tengah menjalani proses renovasi.
Enam Daerah Jadi Tuan Rumah dan Penyangga
Sebagai bagian dari persiapan menyambut lonjakan peserta dan penggembira, enam Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Sumatera Utara telah ditetapkan sebagai tuan rumah sekaligus daerah penyangga, yaitu Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi. Keenam daerah ini disiapkan untuk menjadi wajah penyambutan bagi para tamu yang datang dari berbagai penjuru tanah air.
Agung Danarto menyampaikan bahwa kehadiran penggembira dalam jumlah besar diharapkan turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar. Ia mencontohkan penyelenggaraan Muktamar sebelumnya di Surakarta pada 2022, yang saat itu dihadiri penggembira melebihi satu juta orang. Ketua PWM Sumatera Utara, Hasyimsyah Nasution, turut menambahkan bahwa para penggembira yang datang ke Sumatera Utara nantinya dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menikmati berbagai destinasi wisata di sekitar Medan.
Momentum Konsolidasi dan Dakwah Perempuan Berkemajuan
Selain menjadi ajang permusyawaratan tertinggi organisasi, Muktamar ke-49 juga diharapkan menjadi momentum penguatan dakwah perempuan berkemajuan melalui ‘Aisyiyah, mengingat organisasi ini kini telah memiliki Pimpinan Cabang Istimewa di sejumlah negara. Muktamar turut dirancang sebagai ajang konsolidasi ulama-ulama ‘Aisyiyah dari berbagai belahan dunia sekaligus penyusunan Risalah Kesemestaan sebagai bagian dari semangat internasionalisasi gerakan Muhammadiyah.
Dengan pembangunan infrastruktur permanen yang terus dikebut, penyelenggaraan Muktamar ke-49 di Medan diharapkan dapat berlangsung representatif dan meninggalkan warisan fasilitas jangka panjang bagi Sumatera Utara, sekaligus menjadi bukti kesiapan daerah dalam menyambut agenda keislaman berskala nasional ini.






