Tuesday, September 8, 2026
  • id
    • ar
    • en
    • id
Muktamar Muhammadiyah 49
  • Home
  • KABAR
  • OPINI
  • HUKUM ISLAM
  • MEDIA
  • SEJARAH
  • TOKOH
No Result
View All Result
  • Login
Muktamar Muhammadiyah 49
  • Home
  • KABAR
  • OPINI
  • HUKUM ISLAM
  • MEDIA
  • SEJARAH
  • TOKOH
No Result
View All Result
Muktamar Muhammadiyah 49
No Result
View All Result
Home Artikel

Jejaring dan Diplomasi Jadi Kunci Penguatan Internasionalisasi Muhammadiyah

dhura by dhura
1 day ago
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
A A
Jejaring dan Diplomasi Jadi Kunci Penguatan Internasionalisasi Muhammadiyah

Jejaring dan Diplomasi Jadi Kunci Penguatan Internasionalisasi Muhammadiyah

Internasionalisasi Muhammadiyah kembali menjadi sorotan pada tahun 2026 ini, terutama menyangkut arah pengembangannya yang tidak lagi cukup dengan memperluas kelembagaan di luar negeri. Penguatan jejaring global, produksi gagasan, serta diplomasi Islam dinilai menjadi kunci agar pengalaman dan pemikiran Muhammadiyah dapat berkontribusi lebih luas dalam percaturan dunia.

Internasionalisasi Sejalan dengan Semangat Kebangsaan

Ahmad Fuad Fanani, dalam Pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta pada akhir Agustus 2026, menegaskan bahwa keterbukaan Muhammadiyah terhadap dunia internasional tidak bertentangan dengan semangat kebangsaan. Ia mencontohkan tokoh-tokoh awal Persyarikatan seperti KH Ahmad Dahlan, KH Kahar Muzakir, dan KH Mas Mansur yang menempuh pendidikan atau memperoleh pengetahuan dari luar negeri, namun tetap membumikan gagasan tersebut untuk kepentingan Indonesia.

Fuad menjelaskan bahwa dasar internasionalisasi Muhammadiyah bersumber dari semangat ta’aruf atau saling mengenal sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an. Dalam konteks masa kini, semangat tersebut diwujudkan melalui diplomasi, pembangunan jejaring, serta hubungan dengan masyarakat lintas negara. Kekuatan internasionalisasi Muhammadiyah, menurutnya, bertumpu pada tradisi keilmuan yang terbuka terhadap gagasan pembaruan Islam serta kekuatan kelembagaan pendidikan yang telah dibangun sejak lama.

Institusi Saja Tidak Cukup, Gagasan Perlu Diperkuat

Meski Muhammadiyah telah memiliki sejumlah institusi di luar negeri, termasuk perguruan tinggi di Malaysia dan Australia, Fuad menilai hal tersebut baru merupakan aspek kelembagaan atau hardware. Ia mendorong penguatan software berupa kajian akademik, diskusi, dan produksi pengetahuan tentang Muhammadiyah agar organisasi ini dikenal dunia internasional bukan hanya lewat nama, melainkan lewat pemikiran dan kontribusi nyatanya.

Dalam membangun kerja sama internasional, Fuad menyarankan Muhammadiyah menerapkan pendekatan active hedging, yaitu sikap aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak tanpa terikat pada satu kelompok tertentu. Pendekatan ini dinilai dapat memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang moderat sekaligus terbuka, termasuk berperan sebagai jembatan dialog antara dunia Islam dan Barat.

Peluang Berperan dalam Penyelesaian Konflik Global

Fuad turut mendorong Muhammadiyah membuka ruang lebih luas bagi tokoh Muslim dari berbagai negara serta mengambil peran dalam penyelesaian konflik internasional, termasuk di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, hubungan antarmasyarakat dapat menjadi jalan membangun kepercayaan dan membuka ruang mediasi, didukung oleh jaringan cabang, sekolah, dan perguruan tinggi Muhammadiyah yang tersebar di berbagai negara.

Dengan modal kelembagaan, tradisi keilmuan, dan jejaring yang telah dimiliki, internasionalisasi Muhammadiyah pada tahun 2026 diharapkan tidak berhenti pada perluasan kehadiran fisik semata, melainkan mampu membawa gagasan dan kontribusi Persyarikatan ke ruang diskusi global secara lebih signifikan.

 

Tags: active hedging Muhammadiyahdiplomasi Islamdiplomasi Muhammadiyahinternasionalisasi Muhammadiyahjejaring global MuhammadiyahMuhammadiyah 2026
ShareTweetPin
Previous Post

UMSU Tower Diproyeksikan Jadi Venue Utama Muktamar Muhammadiyah ke-49

Next Post

Jelang Muktamar ke-49 Muhammadiyah, Pembangunan Venue Utama Sudah 56 Persen

Next Post
Menuju Muktamar Ke-49 Muhammadiyah, Medan Disiapkan Jadi Ikon Kemajuan Baru

Jelang Muktamar ke-49 Muhammadiyah, Pembangunan Venue Utama Sudah 56 Persen

Jabatan Bukan untuk Dikejar, Tunaikan Amanah Saat Diberi Kepercayaan

Jabatan Bukan untuk Dikejar, Tunaikan Amanah Saat Diberi Kepercayaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

POPULER

UMSU dan Warisan Perjuangan: Kepemimpinan yang Menumbuhkan Kebermanfaatan
Opini

UMSU dan Warisan Perjuangan: Kepemimpinan yang Menumbuhkan Kebermanfaatan

September 8, 2026
Jabatan Bukan untuk Dikejar, Tunaikan Amanah Saat Diberi Kepercayaan
Artikel

Jabatan Bukan untuk Dikejar, Tunaikan Amanah Saat Diberi Kepercayaan

September 8, 2026
Menuju Muktamar Ke-49 Muhammadiyah, Medan Disiapkan Jadi Ikon Kemajuan Baru
Artikel

Jelang Muktamar ke-49 Muhammadiyah, Pembangunan Venue Utama Sudah 56 Persen

September 8, 2026
Jejaring dan Diplomasi Jadi Kunci Penguatan Internasionalisasi Muhammadiyah
Artikel

Jejaring dan Diplomasi Jadi Kunci Penguatan Internasionalisasi Muhammadiyah

September 7, 2026
Facebook X-twitter Instagram Youtube Tiktok

Kategori

Kabar

Tentang

Sejarah

Layanan

Informasi

Ekosistem

M-ID

Informasi

Kontak

© 2024 Muktamar Muhammadiyah

No Result
View All Result
  • Home
  • KABAR
  • OPINI
  • HUKUM ISLAM
  • MEDIA
  • SEJARAH
  • TOKOH

© 2024 Muktamar Muhammadiyah 49

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In