Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, meminta seluruh kader Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara memperkuat persiapan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-49 ‘Aisyiyah. Sebagai calon tuan rumah, PWA Sumut dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk menyukseskan agenda nasional tersebut.
Pesan itu disampaikan Salmah secara daring dalam Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (6/7).
Menurut Salmah, momentum Milad ke-109 memiliki arti khusus bagi ‘Aisyiyah Sumatera Utara. Selain menjadi peringatan perjalanan panjang organisasi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat atas amanah besar yang akan diemban Sumut sebagai tuan rumah Muktamar ke-49.
Ia menilai penyelenggaraan Muktamar tidak sebatas menjadi kegiatan organisasi dalam skala besar. Lebih dari itu, forum tersebut memiliki posisi penting dalam menentukan arah gerakan ‘Aisyiyah untuk periode berikutnya.
Muktamar merupakan forum tertinggi organisasi yang menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan gerakan sekaligus merancang berbagai kebijakan dan program strategis. Hasil pembahasan dalam forum tersebut nantinya akan menjadi landasan gerakan ‘Aisyiyah selama lima tahun mendatang.
“Program-program strategis untuk lima tahun ke depan akan dibentuk dan disusun di Sumatera Utara. Ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,” kata Salmah.
Apresiasi Persiapan Muktamar ‘Aisyiyah di Sumut
Dalam kesempatan tersebut, Salmah juga memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah yang telah dilakukan PWA Sumatera Utara dalam mempersiapkan Muktamar ke-49 ‘Aisyiyah.
Salah satu persiapan yang mendapat perhatian adalah pembangunan Sport Hall Walidah. Fasilitas tersebut direncanakan menjadi salah satu lokasi utama penyelenggaraan Muktamar dan saat ini proses pembangunannya telah mendekati tahap akhir.
Salmah juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam mempersiapkan pelaksanaan Muktamar. Ia secara khusus menyebut Prof. Agussani dan Prof. Akrim yang dinilai memiliki komitmen dalam menghadirkan penyelenggaraan Muktamar yang memiliki kesan berbeda.
Menurutnya, kerja sama dan dedikasi seluruh pihak diperlukan agar Muktamar ke-49 tidak hanya berjalan sukses secara teknis, tetapi juga meninggalkan pengalaman positif bagi kader ‘Aisyiyah dari berbagai daerah, termasuk peserta dari luar Indonesia.
Muktamar Jadi Ruang Memperkuat Gerakan Perempuan Berkemajuan
Lebih lanjut, Salmah menjelaskan bahwa Muktamar memiliki peran strategis dalam memperkokoh nilai dan ideologi gerakan ‘Aisyiyah. Forum tersebut juga menjadi momentum untuk menyatukan visi organisasi, memperkuat kepemimpinan, serta melahirkan gagasan baru yang dapat menjawab tantangan perempuan dan masyarakat.
Karena itu, ia berharap seluruh kader ‘Aisyiyah di Sumatera Utara dapat mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Semangat kebersamaan dan pelayanan kepada masyarakat juga perlu menjadi karakter utama selama proses persiapan hingga pelaksanaan Muktamar.
Salmah mengajak kader ‘Aisyiyah Sumatera Utara untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta.
Ia juga mendorong kader agar menjaga kekompakan dan membangun suasana penyelenggaraan yang ramah serta menyenangkan.
“Mari kita rapatkan barisan. Jadilah tuan rumah yang menggembirakan, yang ramah, yang tangguh, dan menunjukkan kekuatan kader yang siap mengemban amanah,” pungkasnya.






