Persiapan pelaksanaan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kota Medan terus dimatangkan. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melakukan peninjauan terhadap sejumlah lokasi yang akan digunakan dalam rangkaian kegiatan sekaligus membahas kesiapan tuan rumah menghadapi agenda nasional tersebut.
Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto, turut melihat langsung lokasi yang dipersiapkan untuk pembukaan maupun venue utama Muktamar. Peninjauan ini menjadi bagian dari langkah memastikan berbagai kebutuhan penyelenggaraan dapat dipersiapkan sejak jauh hari.
Agung menjelaskan bahwa Muktamar memiliki posisi penting dalam perjalanan Persyarikatan Muhammadiyah karena menjadi forum permusyawaratan tertinggi organisasi. Jumlah peserta yang terlibat juga cukup besar, dengan sekitar 3.000 peserta untuk Muhammadiyah dan sekitar 2.000 peserta dari ‘Aisyiyah.
Namun, menurut Agung, skala Muktamar tidak hanya dapat dilihat dari jumlah peserta resmi. Agenda lima tahunan tersebut juga biasanya menarik kedatangan warga Muhammadiyah dari berbagai daerah sebagai penggembira.
Jutaan Warga Diperkirakan Meramaikan Muktamar
Besarnya antusiasme warga Muhammadiyah terhadap Muktamar terlihat pada penyelenggaraan di Surakarta pada 2022. Saat itu, jumlah warga Muhammadiyah yang datang disebut mencapai lebih dari satu juta orang.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Muktamar tidak hanya menjadi forum internal organisasi. Kehadiran warga dalam jumlah besar juga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di daerah tempat pelaksanaan.
Agung menilai masyarakat yang datang ke Medan nantinya dapat turut menikmati berbagai perkembangan dan potensi yang dimiliki kota tersebut. Pergerakan penggembira juga berpotensi memberikan manfaat bagi sektor usaha, jasa, transportasi, kuliner, hingga pariwisata lokal.
Karena itu, ia meminta pihak tuan rumah memanfaatkan waktu yang tersedia untuk melakukan berbagai pembenahan sebelum Muktamar berlangsung.
“Sehingga karenanya Muktamar menjadi kegiatan yang cukup spesial, karena akan menghadirkan warga Muhammadiyah bukan hanya tingkat level nasional pucuk-pucuk pimpinan, tapi warga Muhammadiyah biasa pun juga akan banyak yang hadir,” kata Agung Danarto di Medan, 10/8.
Agung menyebut Muktamar ke-49 sebagai momentum besar yang dapat dianalogikan sebagai hari raya bagi warga Muhammadiyah secara nasional. Untuk itu, kesiapan tuan rumah menjadi salah satu faktor penting agar kedatangan warga Muhammadiyah dari berbagai daerah dapat disambut dengan baik.
‘Aisyiyah Dorong Penguatan Dakwah Perempuan Berkemajuan
Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PP ‘Aisyiyah, Evi Sofia Inayati, memberikan apresiasi terhadap persiapan yang telah dilakukan calon Panitia Penerima Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Medan.
Menurutnya, langkah cepat yang dilakukan sejak awal menunjukkan adanya keseriusan dalam mempersiapkan pelaksanaan Muktamar.
Evi berharap Muktamar ke-49 ‘Aisyiyah dapat menghasilkan dampak yang lebih luas, khususnya dalam memperkuat gerakan dakwah perempuan berkemajuan di berbagai wilayah Indonesia maupun mancanegara.
‘Aisyiyah saat ini juga telah memiliki Pimpinan Cabang Istimewa di sejumlah negara. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Muktamar di Medan untuk menjadi ruang bertemunya kader dan pimpinan ‘Aisyiyah dari berbagai penjuru dunia.
Selain mempererat silaturahmi, pertemuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi gagasan dan penguatan gerakan.
Salah satu perhatian yang ingin dikembangkan adalah potensi ulama-ulama ‘Aisyiyah. Evi melihat terdapat sumber daya intelektual yang dapat didorong untuk melahirkan pemikiran Islam yang relevan dengan semangat Islam berkemajuan.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, Muktamar ke-49 di Medan diharapkan tidak hanya sukses sebagai agenda organisasi, tetapi juga mampu memperluas dampak Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah bagi masyarakat Indonesia serta jaringan persyarikatan di tingkat global.





