Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto, menekankan agar pembangunan fasilitas untuk Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara tidak sekadar menghasilkan bangunan baru. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjadi warisan pembangunan yang memberikan manfaat jangka panjang sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara.
Agung menyampaikan hal tersebut saat membuka Darul Arqam Wilayah yang digelar Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara di Simalungun, Kamis (9/7/2026).
Dalam kegiatan itu, Agung juga memastikan pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-49 akan berlangsung di Stadion Teladan, Kota Medan. Ia berharap kehadiran peserta, anggota muktamar, hingga penggembira dari berbagai daerah dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian Sumatera Utara.
Menurutnya, sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata menjadi sejumlah bidang yang berpotensi mendapatkan manfaat dari pelaksanaan muktamar. Karena itu, seluruh jajaran Muhammadiyah di Sumatera Utara diminta melakukan persiapan sejak jauh hari, termasuk memperkuat kaderisasi di berbagai tingkatan.
Agung juga berharap pelaksanaan Muktamar ke-49 dapat meninggalkan sejumlah peninggalan yang dikenang masyarakat.
Ia menyebut penyelenggaraan muktamar dalam sekitar dua dekade terakhir selalu menghasilkan fasilitas yang menjadi simbol kemajuan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Beberapa di antaranya yakni Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Muktamar ke-45 di Malang, Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Muktamar ke-46, Menara Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar pada Muktamar ke-47, serta Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Muktamar ke-48.
Untuk Muktamar ke-49, Muhammadiyah menyiapkan Auditorium Berkemajuan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu ikon baru Muhammadiyah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Utara.
Ketua PWM Sumatera Utara, Hasyimsyah Nasution, menambahkan bahwa berbagai potensi daerah juga dipersiapkan untuk menyambut ribuan tamu muktamar. Para peserta dan penggembira nantinya diajak mengenal sejumlah destinasi wisata di Sumatera Utara, termasuk kawasan Simalungun.
Dengan demikian, Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Medan diharapkan tidak hanya menjadi agenda permusyawaratan Persyarikatan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi, memperkuat syiar Muhammadiyah, serta meninggalkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.





