Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Medan, Sumatera Utara, sebagai tuan rumah Muktamar ke-49 Muhammadiyah yang akan dilaksanakan pada 2027 mendatang. Persiapan pelaksanaan kegiatan lima tahunan tersebut diminta dilakukan secara matang agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, mengingatkan pentingnya persiapan secara menyeluruh menjelang pelaksanaan Muktamar ke-49 Muhammadiyah. Hal tersebut disampaikannya pada Sabtu (25/7) dalam kegiatan Pelantikan Wakil Rektor UMSU Masa 2026-2030.
Pelaksanaan Muktamar ke-49 Muhammadiyah akan berpusat di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Agus menyampaikan pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir agar Muktamar tersebut dapat menjadi Muktamar yang teladan dan terbaik.
Agus optimistis target tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai aspek, mulai dari pelaksanaan kegiatan, persidangan, kualitas keputusan yang dihasilkan, hingga pimpinan yang nantinya terpilih.
Menurut Agus, tanda-tanda menuju Muktamar teladan tersebut telah terlihat setelah ditetapkan bahwa pembukaan Muktamar akan dilaksanakan di Stadion Teladan. Karena waktu pelaksanaan yang semakin dekat, Agus meminta seluruh persiapan dilakukan secara terperinci. Seluruh pemangku kepentingan juga diharapkan dapat membangun kolaborasi untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
“Karena ini tinggal 1 tahun 3 bulan, secara detail harus kita siapkan. Setting semuanya dan kita di tingkat pusat insyaallah mempersiapkan dengan baik seluruh roadmap yang sudah kita yakini,” jelasnya.
Agus juga mengajak seluruh warga Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya yang berada di Sumatera Utara, untuk menyambut Muktamar ke-49 dengan penuh kegembiraan sekaligus ikut menyukseskan seluruh rangkaiannya. Ia mengingatkan agar Sumatera Utara sebagai tuan rumah dapat memberikan penyambutan dan pelayanan yang baik kepada seluruh peserta Muktamar yang datang dari berbagai daerah.
“Mari kita siapkan dengan baik menyambut Muktamar. Jangan sampai nanti ketika orang Muktamar dengan segala keinginannya datang di Sumatera Utara sebagai bagian dari Muhammadiyah yang kuat, kita sebagai tuan rumah tidak bisa menjadi tuan rumah yang baik,” ajak Agus.






