Gaung Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 mulai terasa dari Sumatera Utara. Meski pelaksanaannya baru dijadwalkan pada 2027, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari konsolidasi panitia, pembangunan fasilitas, koordinasi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hingga penyusunan agenda strategis.
Muktamar bagi Muhammadiyah bukan sekadar agenda lima tahunan. Forum ini menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat kaderisasi, menyatukan gagasan, serta menentukan arah gerakan untuk lima tahun mendatang.
Dalam rapat konsolidasi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara, Ketua PWM Sumatera Utara Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA., menyampaikan tiga target utama Muktamar, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses peserta, dan sukses syiar.
Sukses syiar menjadi salah satu perhatian penting karena Muktamar diharapkan tidak hanya dirasakan oleh warga Muhammadiyah. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan nilai Islam Berkemajuan kepada masyarakat luas.
Ketua Panitia Penyelenggara dan Penerima Muktamar ke-49, Prof. Dr. Agussani, M.AP., juga menyampaikan optimisme terhadap persiapan yang terus dilakukan. Koordinasi antara panitia pusat, PWM Sumatera Utara, UMSU, dan seluruh unsur Persyarikatan menjadi kunci agar Muktamar dapat berlangsung dengan baik.
Pelaksanaan Muktamar di Sumatera Utara memiliki makna tersendiri. Wilayah ini dikenal memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Kondisi tersebut menjadi ruang yang tepat bagi Muhammadiyah untuk memperkuat pesan tentang pentingnya persatuan dan kehidupan kebangsaan.
UMSU sebagai salah satu bagian penting dalam persiapan juga terus melakukan penyempurnaan berbagai fasilitas. Kawasan Kampus IV UMSU dipersiapkan menjadi pusat pelaksanaan Muktamar dengan sejumlah fasilitas, seperti Masjid KH Ahmad Dahlan, Auditorium Berkemajuan, dan Walidah Sport Hall.
Namun, kemajuan Muktamar tidak hanya diukur dari kesiapan infrastruktur. Penguatan kader, pemikiran, dan ideologi Persyarikatan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Muktamar ke-49.
Muktamar ke-49 juga diharapkan menjadi ruang untuk merumuskan gagasan baru yang menjawab tantangan zaman. Setelah konsep Islam Berkemajuan menjadi salah satu identitas penting Muhammadiyah, Muktamar mendatang menjadi momentum untuk memperkuat sekaligus mengembangkan arah gerakan tersebut.
Dengan demikian, Muktamar ke-49 tidak hanya menjadi pertemuan organisasi, tetapi juga panggung untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam kehidupan masyarakat dan bangsa.
Dari Sumatera Utara, Muhammadiyah sedang mempersiapkan sebuah momentum besar. Muktamar ke-49 bukan hanya tentang Medan pada 2027, tetapi juga tentang arah masa depan Muhammadiyah dan kontribusinya bagi Indonesia.



