Persiapan pelaksanaan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara memasuki tahap penting setelah kepanitiaan daerah resmi dikukuhkan. Pengukuhan tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (18/5).
Kepanitiaan ini dibentuk untuk mendukung pelaksanaan Muktamar yang akan berlangsung di Kota Medan dan menjadi bagian dari persiapan besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah menuju agenda organisasi pada 2027.
Dalam struktur kepanitiaan, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara Hasyimsyah Nasution dipercaya sebagai penanggung jawab. Sementara Rektor UMSU Agussani ditetapkan sebagai Ketua Panitia Penerima dan Pelaksana Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
PP Muhammadiyah Kukuhkan Kepanitiaan
Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan surat keputusan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti. Dalam penjelasannya, Sayuti menyampaikan bahwa panitia daerah memiliki tugas untuk membangun koordinasi dengan Panitia Pusat Muktamar ke-49.
Koordinasi tersebut diperlukan agar berbagai persiapan di daerah dapat berjalan searah dengan kebijakan dan kebutuhan penyelenggaraan di tingkat pusat.
Dari sisi organisasi, komposisi panitia juga bersifat fleksibel. Jumlah anggota dapat dikembangkan sesuai kebutuhan apabila dalam proses persiapan terdapat bidang atau pekerjaan yang memerlukan tambahan personel.
Selanjutnya, Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto secara resmi mengukuhkan Panitia Penerima dan Pelaksana Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Pengukuhan tersebut turut disaksikan sejumlah pimpinan PP Muhammadiyah, di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib, Sekretaris PP Muhammadiyah M. Izzul Muslimin, serta Wakil Ketua II Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Ahmad Jainuri.
Perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PDM-A) dari berbagai wilayah di Sumatera Utara juga hadir dalam kegiatan tersebut.
UMSU Minta Dukungan untuk Sukseskan Muktamar
Sebagai perguruan tinggi yang dipercaya menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Muktamar ke-49, UMSU menyambut amanah tersebut dengan sejumlah persiapan.
Rektor UMSU Agussani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan PP Muhammadiyah. Menurutnya, penyelenggaraan Muktamar membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Karena itu, dukungan dari berbagai elemen menjadi bagian penting dalam mempersiapkan agenda besar tersebut.
Agussani juga menilai penetapan Sumatera Utara sebagai tuan rumah memiliki keterkaitan dengan arah pengembangan UMSU. Momentum Muktamar menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat langkah universitas dalam menjalankan Rencana Strategis (Renstra) III UMSU periode 2023–2028.
Muktamar Sejalan dengan Target Pengembangan UMSU
Dalam Renstra III tersebut, UMSU memiliki target untuk memperkuat posisi dan daya saingnya hingga mampu masuk dalam jajaran 100 besar perguruan tinggi di kawasan ASEAN.
Keberadaan Muktamar ke-49 di Sumatera Utara dinilai dapat menjadi salah satu momentum strategis dalam menyusun peta jalan pengembangan UMSU ke depan.
Tidak hanya mempersiapkan fasilitas untuk kebutuhan Muktamar, universitas juga mulai merancang pengembangan kawasan yang lebih terintegrasi.
UMSU tengah menyiapkan lahan yang nantinya diarahkan menjadi bagian dari kompleks kampus. Kawasan tersebut direncanakan terhubung dengan sejumlah venue yang digunakan untuk mendukung penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Konsep tersebut diharapkan dapat menghasilkan kawasan pendidikan yang memiliki fungsi berkelanjutan. Dengan begitu, fasilitas yang dipersiapkan untuk Muktamar tidak berhenti digunakan setelah agenda organisasi selesai.
Persiapan Muktamar Mulai Dimatangkan
Pengukuhan panitia menjadi salah satu langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara unsur Muhammadiyah di tingkat pusat, wilayah, hingga daerah. Dengan kepanitiaan yang telah terbentuk, berbagai persiapan menuju Muktamar ke-49 dapat dilakukan secara lebih terarah.
Bagi Sumatera Utara, menjadi tuan rumah Muktamar juga membuka peluang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam berbagai bidang.
Sementara bagi UMSU, momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengembangan institusi dan pembangunan kawasan kampus yang dirancang untuk mendukung kegiatan pendidikan maupun agenda berskala besar.
Dengan kolaborasi antara PP Muhammadiyah, PWM Sumatera Utara, UMSU, serta berbagai pihak lainnya, persiapan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah diharapkan dapat berjalan sesuai rencana hingga pelaksanaannya pada 2027.




