Persiapan pembangunan venue Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terus dimatangkan. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, turut hadir dalam agenda persiapan pembangunan gedung yang akan menjadi salah satu fasilitas utama pelaksanaan Muktamar 2027 di Sumatera Utara.
Venue tersebut direncanakan berdiri di kawasan Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Kabupaten Deli Serdang. Dua bangunan utama disiapkan, yakni Auditorium Berkemajuan dengan kapasitas sekitar 7.000 orang dan Sport Hall Walidah yang mampu menampung sekitar 2.500 orang untuk kegiatan Muktamar ‘Aisyiyah.
Haedar Nashir Tekankan Semangat Kolaborasi
Haedar Nashir menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah terlibat dalam proses persiapan pembangunan venue Muktamar ke-49. Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian awal dari rangkaian agenda besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang akan berlangsung pada 2027.
Proses pembangunan diakui bukan pekerjaan sederhana. Namun, Haedar optimistis berbagai tantangan dapat dilewati melalui kerja sama dan semangat persaudaraan, termasuk di antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA).
Menurut Haedar, Muktamar tidak hanya membutuhkan kesiapan infrastruktur, tetapi juga harus memiliki semangat yang menghidupkan gerakan Muhammadiyah. Sebagai forum musyawarah tertinggi Persyarikatan, Muktamar menjadi momentum untuk memperkuat dakwah dan tajdid.
Karena itu, keberhasilan pembangunan venue harus berjalan beriringan dengan keberhasilan penyelenggaraan Muktamar serta keberlanjutan gerakan Muhammadiyah setelah agenda tersebut selesai.
Auditorium Berkemajuan Jadi Bagian dari Kampus 4 UMSU
Pembangunan venue Muktamar ke-49 sebelumnya direncanakan berada di kampus utama UMSU. Namun, keterbatasan lahan membuat lokasi pembangunan dialihkan ke kawasan Deli Serdang yang memiliki lahan Muhammadiyah cukup luas.
Kawasan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan Kampus 4 UMSU.
Konsep ini membuat pembangunan venue memiliki fungsi jangka panjang. Setelah Muktamar berakhir, fasilitas yang dibangun diharapkan tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pendidikan, kelembagaan, maupun kegiatan masyarakat.
Dengan demikian, investasi pembangunan tidak berhenti pada kebutuhan satu agenda besar, tetapi menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan dan Persyarikatan Muhammadiyah di Sumatera Utara.
Arsitektur Gabungkan Modernitas dan Budaya Melayu
Salah satu hal yang menarik dari rancang bangun venue Muktamar ke-49 adalah konsep arsitekturnya. Desain gedung dirancang dengan memadukan unsur modern dan klasik yang mengambil inspirasi dari simbol-simbol khas budaya Melayu.
Perpaduan tersebut dinilai sejalan dengan karakter gerakan Muhammadiyah yang tidak menempatkan tradisi dan kemajuan sebagai dua hal yang harus dipertentangkan.
Budaya lokal tetap dapat menjadi identitas, sementara perkembangan zaman menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas yang modern dan relevan.
Konsep tersebut sekaligus dapat menjadi identitas bagi venue Muktamar ke-49 di Sumatera Utara. Kehadiran bangunan diharapkan tidak hanya berfungsi secara praktis, tetapi juga merepresentasikan karakter daerah sekaligus semangat Islam Berkemajuan.
Muktamar Diharapkan Hidup hingga Tingkat Ranting
Haedar Nashir juga mendorong Muhammadiyah Sumatera Utara agar persiapan menuju Muktamar tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.
Ia menginginkan momentum Muktamar dapat menjadi kesempatan bagi Muhammadiyah di berbagai wilayah untuk memperlihatkan praktik nyata Islam Berkemajuan. Semangat tersebut diharapkan hadir mulai dari tingkat daerah, cabang, hingga ranting.
Dengan cara itu, suasana menyambut Muktamar tidak sekadar terlihat melalui pembangunan venue atau kegiatan seremonial. Lebih jauh, agenda tersebut dapat menjadi pemicu penguatan gerakan Persyarikatan di tengah masyarakat.
Haedar juga menekankan pentingnya keberadaan venue baru tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Muhammadiyah diharapkan dapat hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, bukan menjadi institusi yang berjalan sendiri.
PWM Sumut Ajak Seluruh Persyarikatan Berkontribusi
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, Hasyimsyah, menilai pembangunan venue Muktamar menjadi kesempatan bagi warga Muhammadiyah untuk mengambil bagian dalam sebuah agenda besar Persyarikatan.
Ia mengibaratkan Muhammadiyah sebagai pohon yang memiliki akar kuat, memberikan keteduhan melalui daunnya, dan menghasilkan buah yang dapat dirasakan banyak pihak.
Dalam konteks pembangunan venue, keterlibatan berbagai pihak dinilai dapat menjadi bagian dari amal jariyah. Pembangunan fasilitas tersebut juga dipandang sebagai bentuk kesiapan Muhammadiyah Sumatera Utara dalam menjalankan amanah sebagai tuan rumah Muktamar.
Hasyimsyah menegaskan bahwa penyelenggaraan Muktamar ke-49 bukan semata-mata tanggung jawab UMSU. Agenda tersebut merupakan amanah bersama seluruh elemen Muhammadiyah di Sumatera Utara, bahkan membutuhkan dukungan dari warga Persyarikatan di berbagai daerah di Indonesia.
Pembangunan Ditargetkan Rampung Juli 2027
Rektor UMSU, Agussani, menjelaskan bahwa proses pengurusan lahan untuk pembangunan kawasan tersebut telah berlangsung cukup panjang. Tahap awal pengurusan dimulai sejak 2014 dan kemudian menghasilkan sertifikat lahan pada 2021.
Saat ini, pembangunan masih menunggu sejumlah proses administratif, termasuk penerbitan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG) dari pemerintah kabupaten.
Pembangunan venue ditargetkan dapat diselesaikan pada Juli 2027, sebelum pelaksanaan Muktamar ke-49. Metode pembangunan yang digunakan adalah swakelola dengan pendampingan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Total anggaran pembangunan gedung diperkirakan mencapai Rp254 miliar. Untuk tahap awal, UMSU menyiapkan dana sebesar Rp60 miliar sebagai bagian dari pembiayaan pembangunan.
Agussani memastikan seluruh tahapan pembangunan akan dijalankan dengan mengikuti ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Penanaman Pohon Jadi Bagian dari Persiapan
Agenda persiapan pembangunan juga diisi dengan sejumlah kegiatan pendukung. Salah satunya penyerahan piagam penghargaan kepada Direktur Utama Kawasan Industri Medan (KIM), Daly Mulyana, serta tokoh masyarakat AWI yang memberikan hibah lahan kepada Muhammadiyah.
Selain itu, dilakukan pula penanaman pohon durian di kawasan tersebut.
Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan venue Muktamar tidak hanya berbicara mengenai pembangunan gedung, tetapi juga bagaimana kawasan baru Muhammadiyah dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat di sekitarnya.
Dengan target pembangunan yang telah ditetapkan, keberadaan Auditorium Berkemajuan dan Sport Hall Walidah nantinya diharapkan menjadi salah satu penanda penting Muktamar ke-49 sekaligus bagian dari pengembangan jangka panjang UMSU di Deli Serdang.
Sumber: https://muhammadiyah.or.id/2024/12/gedung-venue-muktamar-ke-49-muhammadiyah-aisyiyah-siap-dibangun/






