Persiapan menuju Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang akan berlangsung di Sumatera Utara pada 2027 mulai semakin intensif. Berbagai aspek disiapkan sejak jauh hari, mulai dari pembangunan fasilitas utama, kesiapan penyelenggaraan, hingga penguatan kader di tingkat daerah.
Pelaksanaan Muktamar ke-49 nantinya akan menjadi salah satu agenda besar Muhammadiyah yang dipusatkan di Sumatera Utara. Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan tersebut.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Agung Danarto menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur untuk Muktamar tidak semestinya berhenti pada kebutuhan selama kegiatan berlangsung. Fasilitas yang dibangun diharapkan dapat terus digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat setelah Muktamar selesai.
Infrastruktur Muktamar Diharapkan Jadi Warisan
Menurut Agung, setiap penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah memiliki peninggalan yang dapat dikenang dalam bentuk fasilitas maupun bangunan. Karena itu, pembangunan venue Muktamar ke-49 diarahkan agar menghasilkan fasilitas yang memiliki nilai manfaat dalam jangka panjang.
Salah satu fasilitas yang dipersiapkan adalah Auditorium Berkemajuan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang berada di kawasan Deli Serdang.
Gedung tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya agenda Muktamar, tetapi juga menjadi salah satu simbol perkembangan Muhammadiyah di Sumatera Utara.
Konsep tersebut melanjutkan tradisi Muhammadiyah dalam menghadirkan fasilitas strategis melalui penyelenggaraan Muktamar. Sejumlah bangunan yang lahir dari Muktamar sebelumnya bahkan kemudian menjadi ikon di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Beberapa di antaranya adalah Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Menara Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar, hingga Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Stadion Teladan Jadi Lokasi Pembukaan
Selain pembangunan venue di Deli Serdang, lokasi pembukaan Muktamar ke-49 juga telah dipersiapkan. Agung Danarto memastikan seremoni pembukaan akan berlangsung di Stadion Teladan, Kota Medan.
Pemilihan lokasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan Muktamar akan melibatkan ruang publik dan kawasan yang lebih luas. Ribuan peserta dari berbagai daerah diperkirakan hadir dalam agenda organisasi tersebut.
Tidak hanya peserta resmi, Muktamar Muhammadiyah juga biasanya menarik kedatangan masyarakat yang mengikuti kegiatan sebagai penggembira.
Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar tersebut dipandang dapat memberikan efek berganda bagi daerah tuan rumah. Aktivitas ekonomi berpotensi meningkat karena kebutuhan akomodasi, transportasi, makanan, perdagangan, hingga kunjungan ke sejumlah destinasi wisata.
Ekonomi Sumatera Utara Berpeluang Mendapat Dampak Positif
Agung melihat sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata sebagai beberapa bidang yang berpotensi memperoleh manfaat dari penyelenggaraan Muktamar.
Perputaran ekonomi tersebut dapat terjadi sejak masa persiapan hingga pelaksanaan Muktamar. Banyaknya orang yang datang dari luar daerah juga menjadi kesempatan bagi Sumatera Utara untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimilikinya.
Dampak tersebut diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di Kota Medan dan Deli Serdang, tetapi dapat meluas ke sejumlah wilayah lain di Sumatera Utara.
Karena itu, kesiapan daerah menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan momentum Muktamar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
PWM Sumut Siapkan Destinasi Wisata
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara Hasyimsyah Nasution juga melihat potensi pariwisata sebagai bagian dari persiapan menyambut peserta dan penggembira.
Sejumlah destinasi di Sumatera Utara dapat menjadi pilihan kunjungan bagi masyarakat yang datang mengikuti Muktamar. Salah satu wilayah yang disebut memiliki potensi untuk dikunjungi adalah Simalungun.
Pengembangan paket kunjungan wisata bagi peserta dan penggembira dapat menjadi strategi untuk memperluas dampak ekonomi Muktamar. Dengan demikian, kedatangan masyarakat dari berbagai daerah tidak hanya berpusat pada agenda persidangan, tetapi juga dapat mendorong aktivitas wisata dan ekonomi lokal.
Persiapan Dilakukan Sejak Jauh Hari
Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi Muhammadiyah di tengah masyarakat sekaligus meninggalkan fasilitas yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
Dengan persiapan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kesiapan daerah dalam menyambut peserta dan penggembira, Sumatera Utara diharapkan mampu menjadi tuan rumah yang memberikan pengalaman positif.
Bagi Muhammadiyah, keberhasilan Muktamar nantinya tidak hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan agenda organisasi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.




