Muhammadiyah memiliki perjalanan sejarah panjang dalam membangun gagasan kebangsaan dan gerakan Islam berkemajuan. Pada 1939, ketika Indonesia masih berada dalam masa Hindia Belanda, Muhammadiyah telah menyelenggarakan musyawarah tertinggi yang kala itu dikenal sebagai Kongres. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang persyarikatan dalam membangun visi untuk masa depan bangsa.
Semangat sejarah itu kembali hadir ketika Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-49 pada 2027. Tanah Deli dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan agenda lima tahunan Muhammadiyah yang mempertemukan kader dan warga persyarikatan dari berbagai daerah.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memiliki peran penting dalam persiapan Muktamar. Kampus tersebut tengah membangun Auditorium Muktamar beserta berbagai fasilitas pendukung di kawasan Kampus Terpadu UMSU, Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang.
Auditorium tersebut dipersiapkan sebagai ruang utama pelaksanaan musyawarah. Selain auditorium, kawasan Muktamar juga dirancang dengan berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang kebutuhan peserta, penggembira, dan masyarakat.
Kawasan yang memiliki luas sekitar 25 hektare tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar. Setelah agenda selesai, kawasan ini direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai pusat informasi dan edukasi Muhammadiyah serta menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah perkembangan Muhammadiyah dan UMSU di Sumatera Utara.
Sebelum Muktamar berlangsung, auditorium juga direncanakan digunakan untuk kegiatan akademik, termasuk wisuda mahasiswa UMSU. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas tersebut diproyeksikan memiliki fungsi jangka panjang dan terintegrasi dengan aktivitas pendidikan.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-49, Prof. Dr. Agussani, M.AP, yang juga Rektor UMSU, menjadi salah satu tokoh yang berperan dalam persiapan penyelenggaraan Muktamar di Sumatera Utara. Pembangunan berbagai fasilitas diharapkan dapat selesai sesuai target sehingga mampu mendukung pelaksanaan Muktamar secara optimal.
Muktamar ke-49 Muhammadiyah pada 2027 diharapkan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat gagasan, pendidikan, dakwah, dan gerakan Islam berkemajuan. Dari jejak Kongres Muhammadiyah pada masa Hindia Belanda hingga Tanah Deli, perjalanan tersebut menunjukkan kesinambungan semangat Muhammadiyah dalam membangun masa depan.






